[Ulasan] Rifle is Beautiful (Olahraga Menembak Tanpa Peluru)

Rifle is Beautiful
Rifle is Beautiful – ©Akki Sarumi/Shueisha, Klub Menembak SMA Chidori @Ponimu

Rifle is Beautiful merupakan anime keseharian atau Slice of Life yang menceritakan klub menembak karya Akki Sarumi. Anime ini diadaptasi dari Manga Empat Panel dan sudah dibundel menjadi 4 volume tankoubon oleh Shueisha sejak April 2015.

Sebelumnya, saya baru nonton sampai episode 7. Dan anime ini sudah tayang hingga episode 11. Sayangnya episode 12 tertunda hingga tanggal 18 Januari. Dan saya sendiri nonton di Ponimu, situs web streaming anime legal Indonesia. Dan kabar buruknya, per tanggal 6 januari 2020 besok Ponimu akan menghentikan layanannya.

Dan saya sendiri masih tidak tahu bagaimana nasib episode 12 yang tertunda ini. Semoga masih sempat ditayangkan sebelum benar-benar tidak bisa diakses.

Cerita

Jangan terkecoh dengan “rifle” pada judulnya, meski memang ada hubungannya dengan menembak, tapi ini bukan anime aksi. Bahkan diatas sudah saya tegaskan kalau Rifle is Beautiful adalah anime dengan genre Slice of Life atau keseharian.

Ceritanya tentang Hikari yang dari SD suka sekali menembak, dan ketika masuk SMA dia pun langsung memutuskan untuk bergabung dengan klub menembak. Sayangnya, karena klub ini tidak begitu populer dan sepi peminat, jadi sejak tahun lalu memang dibubarkan.

Klasik memang, nanti ujung-ujungnya cari anggota terus jadilah sebuah klub. Tapi bukan ini yang ingin saya bahas. melainkan mengenai fokus cerita. Saya tegaskan lagi kalau ini adalah anime keseharian. Soalnya dari yang saya lihat diberbagai situs dan forum ulasan kebanyakan mereka kecewa karena kurangnya aksi menembak.

Baca Juga:  [Ulasan] Kore wa Zombie Desu ka?

Padahal bakal lebih ke cerita ringan dengan tingkah lucu para karakternya. Tentu saja ada bumbu seriusnya, di mana mereka tampil untuk ikut kejuaraan menembak. Nah, soal menembaknya ini bukan rifle atau jenis senjata berbahaya, ya.

Bentuknya memang rifle, tapi di sini lebih ke Beam Rifle. Apa itu Beam Rifle? Jadi kita menembak ke arah targer tanpa peluru, lalu dengan apa? Dengan Beam atau laser. Laser di sini lebih seperti sensor, kita diharuskan mengincar target lalu ketika pelatuk ditekan nantinya sensor dari senjata akan terlihat kita menembak ke arah mana.

Jadi Rifle di sini sama sekali tidak berbahaya. Mungkin akan saya jelaskan lebih rinci lagi di artikel selanjutnya mengenai Klub Menembak ini.

Grafis

Studio 3Hz mengadaptasi judul ini menjadi seri anime. Seperti yang diketahui, studio 3Hz meski masih baru tapi sudah mengeluarkan beberapa judul terkenal seperti Sora no Method, Dimension W, Princess Principal, dan yang sudah tidak asing lagi Sword Art Online Alternative Gun Gale Online.

Kalau dilihat dari beberapa judul di atas, hampir semuanya anime imoetz. Jadi bisa dipastikan grafiknya bakal memanjakan kamu-kamu yang suka nonton anime-anime imut.

Tapi, dalam beberapa adegan menembak grafisnya diubah ke dalam bentuk 3D. Untungnya tidak begitu menonjol dan menurut saya masih dalam batas wajar karena untuk memperhalus gerakan saat mengangkat senjata.

Baca Juga:  [Ulasan] Lucky☆Star

Karakter

Hikari
Hikari – ©Akki Sarumi/Shueisha, Klub Menembak SMA Chidori

Anime ini lebih fokus pada Klub Menembak SMA Chidori yang memiliki 4 anggota. yaitu Kokura Hikari, Igarashi Yukio, Meinohama Erika, dan Shibusawa Izumi. Dari keempat karakter tersebut mari kita fokus ke Hikari selaku pemeran paling utama.

Entah kenapa sifatnya mengingatkan saya pada Hirasawa Yui dari K-ON. Mereka memiliki sifat yang sama, yaitu sangat santai dan tidak terlalu pintar dalam pelajaran sekolah. Tapi kalau soal yang disenanginya, khususnya Hikari pada menembak, dia jadi bisa terlihat serius dan sangat jago.

Bedanya, kalau Hikari suka menembak dan sangat ingin menikmati saat-saat ketika dia menembak dengan senjatanya. Sedangkan Yui di K-ON lebih suka saat-saat berkumpul bersama teman-temannya. Dia merasa masa-masa itu adalah momen terindah dan tidak ingin dilupakan.

Inilah kenapa Slice of Life K-ON sangat asyik dan nyaman. Bukan bermaksud membandingkan, tapi saya merasa pengenalan karakter dalam anime Rifle is Beautiful ini masih kurang. Momen-momen kebersamaannya sendiri sebenarnya ada dan porsinya banyak, tapi kurang instens,

Musik

  • Lagu Pembuka: Let’s go! Rifling4!!!! 「Let’s go!ライフリング4!!!!」 oleh Rifling4 「ライフリング4」
  • Lagu penutup: Yuuyake Friends 「夕焼けフレンズ」 oleh Rifling4 「ライフリング4」

Buat yang belum tau, Rifling4 adalah grup yang berisi para seiyuu dari keempat anggota Klub Menembak. Dan serius, lagu pembukanya enak banget, saya suka mendengarkannya.

Baca Juga:  [Sinopsis] Joshi Kausei (Anime Tanpa Dialog?)

Sayangnya, hanya saya atau memang efek-efek suara yang diberikan terasa kurang, ya? Entahlah, mungkin saya yang terlalu serius menonton jadi lupa sama efek suara, soalnya memang asyik buat ditonton.

Kenikmatan Menonton

Saya sendiri dari awal sudah menduga bakal menjadi anime keseharian dan memang ini yang saya tunggu-tunggu. Cerita keseharian yang sangat ringan tanpa drama berat seperti anime-anime lain yang padahal dilabeli genre Slice of Life.

Buat yang mencari anime ringan mungkin ini bisa jadi pilihan diwaktu senggang. Tenang, kalian tidak akan dipusingkan mengenai cerita yang rumit, kok. Malah bakal disuguhi tingkah laku para karakternya yang imoetz.


Penilaian
Overall
7.4/10
7.4/10
  • Cerita - 7/10
    7/10
  • Grafis - 9/10
    9/10
  • Karakter - 6/10
    6/10
  • Musik - 7/10
    7/10
  • Kenikmatan - 8/10
    8/10
Sending
User Review
0/10 ( votes)

About irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

View all posts by irzie →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.