[Ulasan] No Game No Life (Ketika Tak Ada yang Bisa Mengalahkannya)

Kuuhaku No Game No Life
Kuuhaku – ©Yuu Kamiya/Media Factory/No Game No Life

Tadinya mau langsung mengulas anime musim sekarang, tapi nanti dulu dah. Saya ulas ini dulu. Sebenarnya saya sudah menonton No Game No Life, tapi asli saya lupa dan enggak tahu anime apa. Satu hal yang saya ingat, tokoh utamanya enggak bisa kalah.

Seperti apa sih? Langsung saja.

Cerita

Ceritanya jelas tentang gim. Hanya saja memiliki konsep yang sedikit berbeda, yaitu sang tokoh utama yang tidak pernah kalah dalam bermain gim. Apa pun gimnya, apa pun jenis gimnya, dia tidak pernah kalah. Pokoknya mereka benar-benar seperti judulnya, No Game No Life.

Di episode awal menceritakan tentang kakak adik yang bernama Sora dan adiknya, yaitu Shiro. Mereka memiliki julukan Kuuhaku, yang artinya “tidak diketahui”. Karena setiap bermain gim mereka selalu menang, padahal lawannya memakai progam ilegal atau yang biasa kita kenal dengan sebutan cheat, tapi Sora dan Shiro bisa menang tanpa melakukan kecurangan.

Mereka bahkan bisa mengendalikan empat karakter dalam suatu gim yang di mana Sora memegang 2 karakter begitu pula Shiror. Dan hingga saat ini mereka tida diketahui siapa sebenarnya Sora dan Shiro? Karena itulah disebut Kuuhaku.

Suatu hari, mereka mendapat pesan singkat berisi semacam tantangan bermain gim. Lalu entah bagaimana mereka masuk ke dunia lain.

Aturan Bermain Game
Aturan Bermain Game – ©Yuu Kamiya/Media Factory/No Game No Life

Nah, mulai dari sini petualangan Sora dan Shiro dimulai. Di dunia lain ini ternyata memiliki sistem dan aturan yang unik. Di antaranya :

  1. Perang, pertumpahan darah, perampokan dilarang di dunia ini.
  2. Semua perselisihan harus diselesaikan melalui permainan.
  3. Dalam permainan yang dibuat, taruhan harus bernilai sama dari kedua belah pihak.
  4. Terlepas dari aturan nomor 3, konten dalam permainan yang dipertaruhkan tidak penting.
  5. Pihak yang ditantang berhak memilih jenis permainan.
  6. Setelah “bersumpah”, aturan harus dipatuhi tanpa terkecuali.
  7. Semua masalah konflik yang berkelompok, akan diselesaikan melalui perwakilan.
  8. Bila ketahuan curang dalam permainan, maka akan langsung dinyatakan kalah.
  9. Aturan diatas adalah mutlak dan diberlakukan atas nama Tuhan.
  10. Semuanya harus akur dalam bermain.
Baca Juga:  [Ulasan] Keijo!!!!!!!! (Anime Olahraga Absurd)

Ke sepuluh aturan di atas adalah mutlak. Dan dengan bersumpah mengucap kata “Aschente”, maka semua peraturan berlaku dan tidak dapat diubah kembali.

Terlepas dari itu, di dalam dunia lain ini memiliki enam belas ras, yang di mana ras terendah atau paling bawah adalah Imanity. Sora dan Shiro sendiri menyebutnya umat manusia. Paling rendah karena tidak memiliki kekuatan atau sihir seperti ras lain. Sora dan Shiro sendiri termasuk bagian dari ras Imanity. Nah, agar tidak terjadi permusuhan antar ras, maka dibuatlah kesepuluh aturan yang saya sebutkan di atas.

Singkatnya, anime ini memiliki cerita di mana Sora dan Shiro yang merupakan Imanity ingin mengalahkan ras lain agar derajat Imanity bisa naik. Arti No Game No Life memang cocok diberikan pada Sora dan Shiro karena mereka benar-benar tidak bisa hidup tanpa gim di dunia ini.

Grafis

Jarang saya melihat grafis yang mencolok seperti ini, Good Job Madhouse. Terakhir saya nonton anime garapan Madhouse dengan grafis yang lumayan bagus mungkin hanya Mahouka Koukou no Rettousei.

Penggambaran yang unik dengan warna yang mencolok menjadi ciri khas utama dalam anime No Game No Life ini. Meski dengan warna yang mencolok, tapi tetap masih enak untuk dilihat. Karakter-karakter di dalamnya pun dibuat dengan penggambaran yang cukup bagus. Terutama karakter-karakter perempuan yang berada di dalam anime ini.

Baca Juga:  [Ulasan] Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudoubu

Oh, saya lupa di episode 11 grafisnya ada 3D-nya. Ini ketika permainan melawan ras lain, dan ada permainan yang isinya ada karakter-karakter yang digambar dengan tampilan 3D. Bahkan ada adegan 3D tersebut dijadikan lagu pembuka.

Biasanya dengan adanya penambahan 3D bakal sulit diterima oleh penonton karena tidak klop dengan yang sudah ada. Tapi ini masih bisa dicampur degan penggambaran sebelumnya dan masih enak untuk ditonton.

Karakter

Stephanie Dola
Stephanie Dola – ©Yuu Kamiya/Media Factory/No Game No Life

Ada tiga tokoh yang selau disorot, yaitu Sora, Shiro, dan Stephanie Dola. Sora dan Shiro sendiri merupakan hikikomori dalam dunia sebelumnya, tapi mereka memiliki pemikiran yang sangat cerdas. Inilah yang membuat mereka tidak terkalahkan dari siapa pun.

Terlepas dari itu, saya sendiri lebih suka dengan Dola, bukan karena sifatnya. Tapi karena perannya yang membuat ceritanya jadi sedikit ada selingan menarik. Dola ini suka dijaili oleh Sora dan Shiro karena kebodohannya.

Tapi justru karena inilah ceritanya mengalir dan menjadi tidak bosan. Terkadang memberikan adegan lucu, layanan kipas, bahkan beberapa kisah memilukan yang dimiliki Dola.

Musik

  • Lagu Pembuka #1: This game oleh Konomi Suzuki (2-8, 10)
  • Lagu Pembuka #2: Onegai☆Snyaiper 「おねがい☆すにゃいばー」 oleh Izuna Hatsuse (Miyuki Sawashiro) (ep 11)
  • Lagu Penutup: Oracion 「オラシオン」 oleh Shiro (Ai Kayano) (eps 2-11)

Lagu pembukanya ada dua, yang utama menurut saya enak didengar dan memang cocok untuk mengawali anime dengan semangat. Yang kedua sendiri hanya selingan untuk episode 11. Sebelumnya saya bilang soal karakter 3D dibagian grafis yang bahkan dijadikan lagu pembuka, bukan?

Benar, ini sebenarnya lagu pembuka dalam salah satu permainan virtual yang akan dimainkan oleh Sora dan Shiro. Yang menyanyikannya sendiri adalah Ai Kayano, yang mengisi suarakan karakter Shiro.

Baca Juga:  [Ulasan] Youkai Apartment no Yuuga na Nichijou

Lagu penutupnya sendiri memiliki ilustrasi yang unik, di sini menceritakan Sora dan Shiro. Lagunya yang selow dengan sedikit hentakan menurut saya enak untuk didengar. Malah saya tidak pernah melewatkannya.

Kenikmatan Menonton

Saya sendiri awalnya enggak begitu yakin saat menonton ulang anime ini. Pasalnya dulu nonton memang tidak ada daya tariknya. Mungkin karena saya lupa, kali ya? Tapi pas ditonton, ternyata membuat saya ketagihan. Saya jadi pengin langsung nonton layar lebarnya.

Hanya saja, cerita yang menggantung membuat kita harus meneruskan untuk membaca novel ringannya. Saya sendiri ada rencana ingin membaca karena sangat penasaran bagaimana nasib Sora dan Shiro melawan ras lain.

Selain itu, meskipun tokoh utama tidak terkalahkan, tapi kita akan disuguhkan bagaimana Sora dan Shiro terlihat kesulitan menghadapi lawannya. Inilah yang membuat saya jadi tidak bosan menontonnya. Kita sebagai penonton akan dibuat berpikir bagaimana cara Sora dan Shiro mengalahkan lawannya yang bahkan berbuat curang agar dapat menang.

Buat kalian yang suka anime bertemakan Isekai, apalagi soal game, mungkin ini sangat cocok untuk kalian. Ada layanan kipasnya pula.


Penilaian
Overall
8.2/10
8.2/10
  • Cerita - 9/10
    9/10
  • Grafis - 8/10
    8/10
  • Karakter - 7/10
    7/10
  • Musik - 8/10
    8/10
  • Kenikmatan - 9/10
    9/10
Sending
User Review
0/10 ( votes)

About irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

View all posts by irzie →

2 Comments on “[Ulasan] No Game No Life (Ketika Tak Ada yang Bisa Mengalahkannya)”

  1. Menurut saya Story nya lebih menarik jika tokoh utamanya kalah sekali sekali gitu XD, ga juga harus selalu menang xD. Inikan juga dimulai dari pro, beda seperti Accel World dimana karakternya dari lemah menjadi kuat.

    1. Kalo ada kalahnya mungkin bisa jadi kejutan buat penonton. Tapi nantinya mematahkan prinsip kalau “Kuuhaku tidak pernah kalah”.
      Terlihat kesulitan saja sudah memberikan kesan menarik, sih. Huehehe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.