Anime Buta no Liver wa Kanetsu Shiro Mengecewakan? (Butareba)

Babi yang Sedang Berseih - ©2023 Takuma Sakai/KADOKAWA/Aniplex/BS11
Babi yang Sedang Bersedih – ©2023 Takuma Sakai/KADOKAWA/Aniplex/BS11

Tepat satu bulan lalu, saya mengulas anime Buta no Liver wa Kanetsu Shiro dan memberikan nilai 8/10. Tentu saja ada alasannya kenapa saya memberikan nilai tersebut. Namun, kalau kalian lihat ke MyAnimeList, di sana mendapat nilai 6 bahkan sudah turun ke angka 5. Kok, bisa?

Menurut saya, ini termasuk anime yang gelap dengan sentuhan humor dari seorang babi. Kita dibuat penasaran dengan Yethma yang tidak tahu mereka itu apa. Kenapa harus ke ibu kota kerajaan? Bahkan banyak Yethma yang mengalami kehidupan “gelap“.

Gambar dari Jauh - - ©2023 Takuma Sakai/KADOKAWA/Aniplex/BS11
Gambar dari Jauh – – ©2023 Takuma Sakai/KADOKAWA/Aniplex/BS11

Nah, episode 9 kemarin sempat libur satu minggu dengan alasan ingin menjaga kualitas cerita, seperti yang saya pernah tulis mengenai Penundaan Penayangan Episode 9 Butareba di sini. Sayangnya, ketika tayang ternyata justru mengecewakan. Seperti yang saya bilang sebelumnya, episode 9 akan banyak aksi dan pertarungan.

Tapi, hasilnya tidak bagus. Adegan pertarungannya terlalu dipaksakan, animasinya tidak mulus dan banyak adegan yang penting justru hilang. Padahal, dari episode awal hingga 8, puncaknya itu di episode 9 ini. Karena ceritanya gelap, seharusnya di episode 9 ini menjadi terang, ‘kan? Tapi malah dieksekusi dengan jelek.

Naut - ©2023 Takuma Sakai/KADOKAWA/Aniplex/BS11
Naut – ©2023 Takuma Sakai/KADOKAWA/Aniplex/BS11

Bahkan, di situs ranking(dot)net, anime Butareba masuk ke posisi 26 dan ada salah satu komentar yang mengatakan kalau anime ini terlalu lamban. Ceritanya memang bagus, tapi semakin ke sini semakin membuatnya bosan. Terlalu banyak “gimmick” dan tidak memberikan rasa puas yang berarti pada penonton.

Kalau saya ibaratkan, seperti anime TenSura di mana tokoh utama memiliki tujuan berarti. Di sana tokoh utamanya From Zero to Hero, dari tidak bisa apa-apa menjadi paling ditakuti. Sedangkan di Butareba? Tokoh utamanya dari episode awal benar-benar tidak berperan berarti. Memang pemikirannya sangat bagus, toh dia manusia biasa. Tapi ini dunia lain, sebagai penonton butuh cerita yang membuat tokoh utamanya menarik untuk diikuti. Bukan malah menjadi tokoh sampingan. Rasanya tokoh utama di sini malah bukan babi, melainkan orang lain.

About irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

View all posts by irzie →

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.