[Ulasan] Uma Musume: Pretty Derby

Silence Suzuka
Silence Suzuka – ©2018 Komite Produksi Anime Uma Musume Pretty Derby

Uma Musume atau bisa disebut juga Gadis Kuda merupakan anime bergenre olahraga dengan bumbu idol yang diadaptasi dari gim mobile besutan Cygames, yang rencananya akan rilis akhir tahun 2018 ini.

Benar, gimnya sendiri memang belum rilis. Padahal pengumuman gimnya sudah ada sejak 2016 lalu, dan manga-nya sendiri yang di ilustrasikan S. Kozuki dengan judul Starting Gate: Uma Musume Pretty Derby sudah diserialisasikan di situs Cygames Cynomics sejak Maret 2017 lalu.

Cerita

Jepang memang sesuatu banget. Dulu pernah ada anime olahraga yang bisa dibilang agak absurd juga, yaitu Keijo, mungkin dari kalian ada yang sudah menontonnya? Nah, anime kali ini sama absurdnya hanya saja sedikit berbeda, di mana semua karakter mempunyai penampilan khusus seperti berekor, punya telinga binatang, dan memiliki ciri khasnya masing-masing yang membuat kita jadi betah untuk menontonnya (kecuali untuk orang yang punya pandangan aneh terhadap apa yang disukainya, sebut saja fetish).

Sebelumnya, apa kalian tahu anime Centaur no Nayami? Anime tersebut menceritakan kegelisahan atau lebih tepatnya sulitnya hidup sebagai manusia setengah kuda dalam kehidupan sehari-hari di tengah ras lain seperti manusia setengah amphibi, manusia duyung, atau semacamnya.

Nah, Berbeda dengan Uma Musume yang memang menceritakan tentang gadis kuda di mana mereka memiliki panggung sendiri dalam kegiatan olahraga, yaitu balapan sesama Uma Musume. Balapan yang dimaksud adalah berlari, semua Uma Musume di sini memiliki kecepatan lari yang bisa menyamai laju mobil bahkan lebih. Setiap Uma Musume memiliki impian di mana mereka bisa menjadi Uma Musume terbaik atau tercepat di seluruh Jepang atau bahkan dunia.

Hal Menarik dari Cerita Uma Musume

Hal yang menarik dari anime ini adalah cara balapannya. Berbeda dengan olahraga lari pada umumnya, Uma Musume di sini melakukan balapan seperti halnya binatang kuda yang start dari balik gerbang dan berlari mengitari sirkuit atau lintasan hingga garis finis. Bukan berarti saya menyamai dengan binatang, tapi aturan balapannya memang seperti itu dan memiliki ciri khasnya tersendiri.

Selain itu, pemenang podium nantinya setelah balapan akan mengadakan panggung kemenangan, di mana Uma Musume yang berhasil juara akan memanjakan penonton dengan bernyanyi layaknya Idol di atas panggung. Lucu, ya? Tapi justru inilah yang menjadi daya tariknya. Penuh dengan moe!

Meski begitu, anime ini memiliki alur cerita maju di mana sudut pandangnya dilihat dari seorang pelatih Uma Musume. Mungkin bisa disamakan dengan Idolm@ster(?) Di mana pelatih di sini sama halnya dengan Produser yang membimbing anak-anaknya untuk menggapai cita-cita.

Baca Juga:  [Ulasan] Shigofumi

Sedikit informasi, di anime ini ada sekolah khusus Uma Musume yang memang diperuntukan untuk menghasilkan pelari Uma Musume. Nantinya dalam sekolah tersebut ada berbagai macam klub, atau lebih tepatnya tim dalam berlatih berlari. Setiap tim memiliki ciri khas atau caranya sendiri untuk mendidik para Uma Musume. Kalau di sini sendiri lebih menonjolkan Tim Rigel dan Tim Spica. Di mana Tim Rigel merupakan tim unggulan yang menghasilkan pelari-pelari cepat yang dilatih oleh Hana Toujo. Dan Tim Spica sendiri dilatih oleh seorang pria yang selalu dipanggil dengan nama “Trainer”.

Grafis

Diadaptasi oleh Progressive Animation Works atau P.A. Works yang mengudara pada April 2018 lalu dengan arahan Kei Oikawa. P.A. Works menurut saya sukses mengadaptasi Uma Musume menjadi anime yang penuh keceriaan dengan penampilan karakternya yang moe dan kawaii.

Adegannya balapannya pun meski sebenarnya biasa saja tapi kalau kita mengikuti alur ceritanya, maka akan terasa mengagumkan. Kita akan dibuat berdebar-debar dengan balapan-balapan yang disuguhkan. Aksi Idol di atas panggungnya juga keren. Meski tidak ditampilkan menyeluruh karena memang fokus pada olahraga larinya dibanding Idol, tapi hal ini bisa menjadi daya tarik para penonton.

Karakter

Karakternya sendiri ada banyak dan semuanya memiliki ciri khasnya masing-masing. Bahkan namanya pun mendeskripsikan setiap Uma Musume. Katakan saja Special Week, benar Special Week adalah salah satu nama dari Uma Musume, dia biasa dipanggil Spe-chan yang merupakan tokoh utama dari anime ini. Dia memiliki impian menjadi Uma Musume nomor satu di Jepang. Spe-chan dari desa ke kota untuk mengejar cita-citanya dan memulai debut pertamanya dengan langsung memukau para penonton.

Spe-chan sendiri memiliki sifat yang selalu berpikir positif, apa pun masalahnya dia tidak pernah menyerah. Hanya saja nanti ada sesuatu yang membuatnya kehilangan jati diri. Bukan hanya Spe-chan, ada karakter lain bernama Silence Suzuka di mana dia adalah seorang Uma Musume yang paling hebat di antara semua Uma Musume. Bisa dibilang dia adalah idolanya para Uma Musume.

Tapi, dibalik semua itu, sama halnya Spe-chan, Suzuka pun akan mengalami titik di mana dia harus rela kehilangan sesuatu. Ini yang membuat Cerita Uma Musume menjadi lebih menarik, di mana kita akan disuguhkan sedikit drama di mana para karakter mengalami titik rendahnya. Drama ini bisa menjadi inspirasi penonton untuk tidak menyerah pada suatu hal, mengajarkan kita bagaimana melewati semua kesulitan yang ada dengan kemampuan diri sendiri. Tidak harus hebat atau menjadi yang terbaik. Ceria dan selalu berpikir positif adalah poin penting dalam menjalani semuanya.

Baca Juga:  [Sinopsis] Joshi Kausei (Anime Tanpa Dialog?)

Sebenarnya bukan hanya mereka saja, ada banyak karakter lain juga yang saya bilang tadi punya ciri khususnya masing-masing. Sebut saja El Condor Pasa, Seiun Sky, Grass Wonder, Air Groove, T.M. Opera, Oguri Cap, dan banyak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan.

Musik

Lagu pembukanya dengan judul “Make Debut!” yang dinyanyikan anggota tim Spica disuguhkan dengan suasana Idol. Dengan irama semangat dan ceria membuat kita jadi nyaman memulai animenya. Diakhiri dengan lagu penutup berjudul “Glow Up Shine!” dengan ilustrasi menarik dan moe yang dibawakan tim Spica juga membuat kita jadi merasa tenang setelah menonton animenya, apalagi kalau ceritanya benar-benar bikin kita penasaran dan berdebar-debar sendiri saat menonton.

Sebenarnya ada lima lagu penutup, seperti “Arigatou Kamisama”, “Silent Star”, “Find My Only Way”, “Umapyoi Densetsu”, dan yang paling utama adalah Glow Up Shine yang saya sebutkan sebelumnya. Setiap lagunya sendiri dibawakan di epsiode-episode tertentu yang memiliki cerita dengan suasana berbeda. Misal salah satu Uma Musume yang kalah balapan atau berbagai macam lainnya.

Efek suara juga berperan penting di sini, terutama saat adegan balapan. Karena kita akan berusaha dibuat seolah-olah ikut menjadi penonton dalam stadion secara langsung dengan gemuruh dan aksi para Uma Musume yang membuat kita berdecak kagum.

Kenikmatan Menonton

Meski absurd, tapi terus terang saya sukses dibuat tertarik saat menonton episode pertama. Hanya saja, entah kenapa saya merasa dalam adegan-adegan tertentu ceritanya mudah ditebak.

Untungnya pengarah animasinya cerdas, meski ketebak akan bagaimana, tapi dalam film yang terpenting adalah “timing”-nya. Saat kapan “suatu hal” akan terjadi, ini yang membuat emosi penonton penonton naik turun. Sang pengarah animasinya memang pintar membuat
Cerita Uma Musume menjadi menarik.

Buat yang suka genre Idol mungkin ini cocok untuk dijadikan tontonan.


Overall
8/10
8/10
  • Cerita - 9/10
    9/10
  • Grafis - 7/10
    7/10
  • Karakter - 8/10
    8/10
  • Musik - 8/10
    8/10
  • Kenikmatan - 8/10
    8/10

About irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

View all posts by irzie →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.