[Ulasan] Tokyo Ghoul

Rize Kamishiro
Rize Kamishiro

Kali ini saya akan mengulas anime dari Tokyo Ghoul. Anime dengan genre horor, misteri, drama ini berhasil menarik perhatian saya. Pasalnya banyak adegan-adegan gore yang diperlihatkan dalam tiap episode-nya. Meski bikin merinding tapi saya menyukai adegan-adegan yang membuat saya tegang, karena unsur itu membuat saya penasaran akan kelanjutan dari tiap episode-nya.

Cerita

Kartun garapan Studio Pierrot dan FUNimation ini bercerita tentang kehidupan Tokyo dimana terdapat makhluk misterius (Ghoul) dan manusia yang hidup bersama. Namun manusia kerap dihantui rasa takut karena Ghoul yang memakan manusia. Ghoul hidup dengan bersembunyi dari manusia agar tidak diburu.

Dalam cerita ini, Ghoul atau sebut saja siluman memiliki hasrat tinggi untuk memakan daging manusia secara utuh. Mereka memiliki lidah yang berbeda pada umumnya. Semua makanan terasa tidak enak dan mual kecuali daging manusia. Karena itu mereka selalu memburu para manusia untuk disantap.

Terus terang, saya menikmati kartun dengan banyak adegan gore ini. Meski ada beberapa bagian yang dipercepat. Bahkan ada yang membuat saya kesal karena cerita yang begitu berat dan cepat. Tapi, yah …, itu semua akan terobati dengan adegan-adegan selanjutnya. Cerita yang lumayan berat ini membuat penonton akan berpikir,

“Apa maksudnya?―”

tapi bedanya di sini bingungnya karena seru. Jadi bukan kaget dengan cerita yang jelek atau memang benar-benar absurd, kalau Tokyo Ghoul ini justru kaget karena, “Kok bisa gini?”. Dan ini merupakan nilai tambah untuk anime Tokyo Ghoul.

Grafis

Ah, kesan pertama membuat saya sedikit menghela napas. Bahkan ada adegan yang mengubah gambar semuanya. Yah, benar …, banyak adegan yang disensor. Tapi saya suka karena penggambaran yang diberikan memberikan efek tegang. Untuk garapan Pierrot ini sudah lebih dari cukup.

Karakter.
Tokoh utama yang tidak terlalu menonjol dan pengecut membuat saya sedikit kesal. Seperti tidak ada kesan beda dari anime lain yang memang mengambil karakter utama lemah. Meski saya tahu pasti nanti akan menjadi hebat, hanya saja butuh proses panjang.

Semua karakter tidak diperkenalkan dengan baik kepada penonton. Jadi lumayan paham dengan sifat-sifat karakter lainnya. Oh! Terlalu banyak adegan gore. (Sebenarnya saya suka ini.

Musik

Lagu pembuka mengingatkanku pada kartun Psycho-Pass. Visualisasinya juga cukup baik, pas dengan penggambaran cerita yang semuanya gelap.

Tooru Kitajima, penyanyi dan gitaris dari Ling Tosite Sigure yang juga mengisi lagu pembuka Psycho-Pass sebelumnya, sudah lebih dari cukup. Untuk lagu penutup saya tidak terlalu banyak memperhatikannya, tapi itu sudah cukup.

Kenikmatan Menonton

Yah, saya menikmati adegan gore-nya. Oh, akan lebih nikmat kalau kalian tidak membaca komiknya. Karena penyesalan yang dirasakan tidak begitu terasa kalau tidak membaca komik. Sangat direkomendasikan untuk menunggu Blu-Ray Disk-nya.


Penilaian

Cerita: 7
Grafis: 7
Karakter: 6
Musik: 8
Kenikmatan: 7
Keseluruhan: 7.0/10

Sending
User Review
0 (0 votes)

About irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

View all posts by irzie →

7 Comments on “[Ulasan] Tokyo Ghoul”

  1. Toward the censorship. Pierrot still does a good enough job at getting across the violence and tension of Tokyo Ghoul. Why is no censorship even needed but I guess it is up to debate.

    Enjoyed review^-^ Will read more of blog.

    1. Hmm, I don’t know what to say, but … yes, that’s true. Not many scenes sensors, although there is a scene sensor, the image of the scene is not shown such as toe executed.

      Thanks for coming. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.