[Ulasan] Lucky☆Star

Lucky☆Star
Lucky☆Star – ©Kagami Yoshimizu/Lucky☆Paradise

Kebetulan saya sering sekali melihat beberapa meme anime yang muncul menggunakan karakter dari anime Lucky Star, awalnya saya enggak terlalu peduli sampai ada meme salah satu karakternya sedang memparodikan anime Initial D. Iya, anime yang balapan mobil dengan AE86 milik Takumi itu.

Dari situ saya mulai mencari tahu apa judulnya, ternyata Lucky Star yang merupakan anime tahun 2007 bergenre komedi keseharian karya Kagami Yoshimizu, yang diadaptasi dari manga empat panel yang dirilis tahun 2003. Tapi siapa sangka ternyata anime ini mendapat kesuksesan ditahun mengudaranya. 

Ini terlihat dari banyaknya meme Lucky Star yang muncul dengan menggambarkan kebiasaan-kebiasaan masyarakat umum terutama di Jepang. Memang seperti apa animenya? Yuk, lanjut.

Cerita

Sebenarnya tidak terlalu spesial, hanya menceritakan empat karakter yang memparodikan atau lebih tepatnya melakukan hal yang biasa dilakukan masyarakat Jepang (Saya tidak mengatakan semuanya, tapi memang ada yang seperti ini bahkan saya sendiri pun pernah melakukan hal yang sama).

Tidak hanya itu, kadang anime ini memparodikan anime lain yang sedang hits di masanya, seperti Initial D yang saya sebutkan sebelumnya, Suzumiya Haruhi, lalu ada juga Hatsune Miku dari Vocaloid (Ini bukan anime, ya), bahkan memparodikan jajanan Pocky yang saya baru tahu sudah ada sejak tahun 2007.

Lo? Cuma begitu? Terus apa menariknya? Nah, menariknya kita akan disuguhkan tontonan yang membuat penonton berpikir “Ini, nih. Aku sering melakukan hal ini.” Terus tahu-tahu ketawa sendiri.

Meski anime tahun 2007, tapi ini masih cocok untuk ditonton oleh anak-anak remaja di zaman sekarang, kok. Karena ternyata kebiasaan-kebiasaan masyarakat Jepang atau mungkin bahkan kita sendiri sudah dilakukan sejak tahun-tahun lalu.

Seperti halnya Konata Izumi yang dia ini seorang otaku dan maniak gim, yang kalau malam hari bukannya belajar malah main gim. Dia sendiri sudah mensugestikan dirinya untuk sekadar login membuang kejenuhan setelah belajar untuk tes besoknya di sekolah. Tapi malah kebablasan sampai larut malam alhasil paginya di sekolah … (kalian pasti tahu apa).

Atau kebiasaan kecil lain yang terkadang kita lakukan seperti buku cetak atau buku-buku pelajaran sekolah, sebut saja pelajaran sejarah yang di mana foto pahlawan kadang dicorat-coret ditambah topi atau hal nyeleneh lain. Hayo, ada yang pernah melakukan? Saya sendiri mengakui sering melakukannya. Ahahaha.

Selain itu dengan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan para karakter membuat kita jadi membuka wawasan dan mengetahui kalau ternyata di Jepang masyarakatnya juga melakukan hal yang sama atau bahkan ada hal baru yang membuat kita berpikir, “Oh, di Jepang kayak begini, ya?” atau “Oh, ternyata dari dulu masyarakat Jepang sudah begini?”.

Baca Juga:  [Ulasan] Dororo (Kisah Tentang Korban Kontrak Iblis)

Meski begitu, pembawaannya yang sangat santai dengan cerita berbeda ditiap episode-nya kadang ada yang bikin saya jenuh atau berpikir, “Ini ngapain?”. Sepertinya hal ini karena saya sendiri yang tidak terlalu paham beberapa kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang Jepang. 

Oh iya, hampir semua karakter di Lucky Star sering mengatakan “Bau, ya.”, “Iya, itu bau banget.” untuk mengawali obrolan. Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba kalian merasa Deja vu. 

Grafis

Anime ini besutan Kyoto Animation dengan gambaran “chibi” yang menggunakan gaya zaman dulu. Agak berlebihan mungkin kalau saya bilang zaman dulu, lebih tepatnya sih di tahun masanya.

Meski begitu, untuk anime bergenre komedi keseharian seperti ini menurut saya gaya animasinya masih tetap asyik dilihat dan bawaannya enjoy.

Karakter

Ini nih yang membuat animenya sangat hidup. Sebenarnya ada banyak karakter dengan watak masing-masing yang membuat ceritanya jadi menarik. Tapi saya hanya menyebutkan yang utama saja, seperti Konata Izumi yang saya sebutkan sebelumnya. Dia ini pokoknya otaku dan maniak gim, malah kalau lagi online main gim RPG malam-malam, dia ini mainnya ternyata bareng sama guru di sekolahnya yang bernama Nanako Kuroi. 

Ada juga si kembar Hiiragi, yaitu Tsukasa dan Kagami. Karena disebut kembar, mereka ini memang saudara kandung di mana Kagami sebagai kakaknya yang memiliki watak cerdas, dan realistis. Berbeda dengan adiknya, yaitu Tsukasa yang ceroboh dan kurang pandai di sekolahnya, berbanding terbalik dengan Kagami.

Ada pula Miyuki Takara, dia juga murid yang sangat cerdas dan mungkin lebih realistis dari Kagami, pasalnya Miyuki ini jauh atau tidak mengenal otaku, berbeda dengan Kagami yang menurutnya membaca Light Novel (Novel Ringan) masih merupakan hal biasa meski hanya disukai oleh kalangan otaku, malah Konata yang otaku sendiri enggak suka Light Novel, katanya kebanyakan tulisan, mending langsung anime.

Meski begitu, Miyuki sendiri orangnya ceroboh dan gampang lupa. Misal kayak lagi memanaskan makanan di oven, terus ditinggal membaca buku atau hal lain, setelah beberapa jam dia baru ingat kalau lagi memanaskan makanan.

Oh iya satu lagi, guru sekolahnya yang bernama Nanako Kuroi. Dia ini bisa dibilang maniak gim juga, sebenarnya main gim cuma membuang jenuh disela-sela pekerjaannya yang berat sebagai guru. Cuma di sini dia digambarkan sebagai guru jomblo yang kalau lagi enggak ada kerjaan ya diam di rumah main gim.

Baca Juga:  [Ulasan] Bungou Stray Dogs 2nd Season

Jujur, saya pribadi suka dengan suaranya yang khas dengan dialek kansainya. Sayangnya Konomi Maeda, nama dari pengisi suara Nanako ini tidak memiliki peran lain di anime lainnya. Bisa dihitung jari, salah satunya Lucky Star ini. Padahal suaranya bagus.

Itulah beberapa karakter utama dalam Lucky Star, nanti masuk episode 13 muncul karakter baru lagi dengan watak yang berbeda-beda dan membuat ceritanya semakin seru.

Oh iya, sekadar informasi saja kalau karakter Minoru Shiraishi ini disuarakan oleh seseorang dengan nama yang sama seperti karakternya. Jadi Minoru Shirashi ini ya nama asli dari pengisi suaranya.

Musik

Untuk lagu pembuka dari awal hingga episode akhir (Total 24 episode) berjudul “Motteke! Sailor fuku”. Tapi lagunya tetap asyik, kok. Sedangkan untuk lagu penutup setiap episode-nya berbeda-beda.

Tapi jujur saya masih lebih suka lagu pembukanya. Soalnya nyeleneh lagu penutupnya, apalagi masuk episode 13 ke atas. Untuk episode 1 sampai 12 masih okelah, kalau tidak salah ada lagu penutup episode keberapa yang memparodikan lagu doraemon. Lo, kok saya lupa episode berapa. Episode delapan atau sebelas, deh. Pokoknya mendekati episode 13.

Untuk efek suara menurut saya tidak terlalu heboh, bagus, pas, dan cocok ketika muncul adegan komedinya. 

Kenikmatan Menonton

Jelas nikmat, dong. Jujur masih banyak hal yang ingin saya ketik tapi bingung menyampaikannya. Soalnya ini anime memang asyik banget buat ditonton. Coba tonton deh kalau lagi santai dan tidak ada kerjaan. Saya yakin tidak akan menyesal.


Penilaian
Overall
8.2/10
8.2/10
  • Cerita - 9/10
    9/10
  • Grafis - 8/10
    8/10
  • Karakter - 8/10
    8/10
  • Musik - 7/10
    7/10
  • Kenikmatan - 9/10
    9/10

About irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

View all posts by irzie →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.