[Ulasan] Dororo (Kisah Tentang Korban Kontrak Iblis)

Hyakkimaru dengan gaya gambar 2019
Hyakkimaru dengan gaya gambar 2019 – Dororo ©Tezuka Productions/Twin Engine

Dororo adalah salah satu anime yang saya ikuti sejak tayang Januari lalu, anime ini diumumkan memiiki 24 episode yang artinya masih berlanjut hingga akhir Juni 2019 besok. Untuk saat ini saya baru menontonnya hingga episode 08, dan ternyata bagus banget.

Anime Dororo sendiri dibuat oleh seorang Mangaka yang memiliki gelar “The Father of Manga”. Iya, benar, pasalnya pembuatnya yaitu Osamu Tezuka merupakan Mangaka tahun 1940-an. Karyanya yang berjudul Dororo to Hyakkimaru-den atau yang diadaptasi menjadi anime berjudul Dororo ini terbit tahun 1967 hingga 1969. Bahkan sebelum ini animenya pernah dibuat tahun 1969 dengan total episode 26.

Benar, Dororo tahun 2019 ini merupakan versi remake yang benar-benar dibuat ulang. Karena memang gambar tahu 1960 an berbeda jauh dengan sekarang.

Cerita

Ceritanya sendiri tentang seorang samurai yang membuat kontrak dengan iblis agar desanya diberkahi kemakmuran, karena dalam masa itu sedang sulit untuk bertani karena hujan sudah sangat lama tidak datang. Namun, dengan melakukan kontrak maka akan ada bayarannya. Nah, bayarannya adalah anak dari samurai tersebut, jadi ketika lahir si anak ini benar-benar enggak punya anggota tubuh. Benar-benar hanya daging dan sangat mengerikan.

Ibunya sendiri tidak mempermasalahkannya, sedangkan ayahnya merasa senang karena dengan bukti pembayaran tersebut pada iblis maka kontraknya memang berjalan sukses. Dan memang benar dalam waktu dekat desa tersebut pun diselimuti kemakmuran.

Bagaimana dengan si anak yaitu korban kontrak iblis barusan? Nah, anak ini tadinya mau dibunuh. Tapi karena merasa anak tersebut masih ingin hidup akhirnya hanya dihanyutkan dengan perahu di sungai. Selang beberapa tahu, si anak tersebut ternyata hidup dengan beberapa topeng, dan anggota tubuh buatan yang menyelimuti tubuhnya.

Nah, ternyata setiap anak tersebut mengalahkan iblis maka beberapa anggota tubuhnya akan kembali. Yang pertama kembali kalau tidak salah muka dulu, tadinya pakai topeng untuk menutupi wajah mengerikan, tapi kini sudah lepas dan mempunyai kulit. Ingat ya, anak ini benar-benar tidak memiliki anggota tubuh, bukan hanya tangan-kaki, tapi mata, hidung, telinga, kulit, suara, dan lainnya.

Baca Juga:  [Ulasan] Yakusoku no Neverland (Mencoba Bertahan Hidup)

Oh iya, nama anak tersebut bukan Dororo, melainkan Hyakkimaru. Lalu bagaimana cara Hyakkimaru hidup dan mengalahkan iblis yang bahkan mata saja tidak punya? Di sini diceritakan orang buta seperti Hyakkimaru memiliki penglihatan khusus, mereka melihat dari warna aura. Kalau merah berarti memiliki niat jahat, sedangkan warna abu tidak. Dan masih ada warna lain sesuai artinya.

Nah, dari sini dimulailah petualangan Hyakkimaru mencari anggota tubuhnya yang hilang.

Grafis

Yang bertanggung jawab adalah studio MAPPA dibantu Tezuka Productions, studio milik pembuat manga-nya yang asli, yaitu Osamu Tezuka. Urusan gambar jelas jauh berbeda dari yang dulu. Lihat saja perbandingan gambar karakter Hyakkimaru di bawah dengan gambar paling atas.

Hyakkimaru dengan gaya gambar 1969
Hyakkimaru dengan gaya gambar 1969 – Dororo ©Osamu Tezuka/Mushi Productions

Dan, iya, benar, warnanya hitam putih. Baiklah, kembali ke 2019, grafisnya menurut saya sudah cukup bagus (tanpa membandingkan dengan tahun 1969), kesan zaman dulunya tetap dapet. Saya suka karena masih memperhatikan latar dengan sangat bagus.

Adegan bertarungnya sendiri cukup mengesankan, meski tidak terlalu wah sih. Karena ceritanya tentang Hyakkimaru yang mencari anggota tubuhnya, jadi jangan heran kalau banyak adegan yang menyeramkan seperti beberapa bagian tubuh yang terpotong. Bahkan beberapa diantaranya tidak disensor.

Karakter

Judulnya memang Dororo, tapi lakonnya Hyakkimaru. Dororo sendiri merupakan anak kecil yang selalu mengikuti Hyakkimaru. Tidak dari kecil ya, jadi suatu hari Dororo ketemu Hyakkimaru saat membasmi iblis dan melihat bagaimana saat kulit muka Hyakkimaru kembali setelah menghabisi iblis.

Sebenarnya tidak perlu saya jelaskan panjang lebar. Karena yang paling disorot adalah Hyakkimaru dan si Dororo sendiri. Karakter lainnya paling ayah, ibu, dan adik Hyakkimaru. Iya, Ayahnya sendiri yang mengorbankan Hyakkimaru, ibunya masih berharap Hyakkimaru hidup, dan adiknya tidak tahu menahu mengenai keberadaan kakaknya.

Musik

  • #1 Lagu Pembuka: Kaen 「火炎」 oleh Ziyoou-vachi
  • #2 Lagu Pembuka: Dororo oleh ASIAN KUNG-FU GENERATION
  • #1 Lagu Penutup: Sayonara Gokko 「さよならごっこ」 oleh amazarashi
  • #2 Lagu Penutup: Yamiyo 「闇夜」 oleh Eve
Baca Juga:  [Ulasan] Kantai Collection: KanColle

Karena saya baru menonton hingga episode 08, jadi lagu pembuka dan penutup kedua belum dengar seperti apa. Dan jujur saya lebih suka lagu pembukanya, kerasa banget aura semangatnya.

Lagunya pun memang enak. Untuk lagu penutup menurut saya cocok banget apalagi kalau ceritanya habis kelam. Selain itu, efek suaranya juga klop dengan situasi dan latar tempat yang diambil. Tidak terlalu berlebihan namun pas.

Kenikmatan Menonton

Informasi saja, setiap episode memiliki kisah yang berbeda. Jadi Hyakkimaru dan Dororo ini kan pengembara, nah pas datang ke suatu desa nanti tokoh utamanya seakanberubah jadi salah satu warga desa tersebut yang di datangi Hyakkimaru dan Dororo. Jadi kita justru dikasih lihat dari sudut pandang karakter pendukung. Kita jadi paham kisah karakter tersebut sebelum didatangi Hyakkimaru dan Dororo.

Saya sendiri ingin melihat bagaimana Hyakkimaru ketika sudah dapat anggota tubuhnya semua. Waktu dapat telinga saja, untuk pertama kalinya Hyakkimaru bisa mendengar dan kelakuannya lucu sseperti seorang bayi yang benar-benar baru bisa mendengar. Sama seperti suara, saat dapat Hyakkimaru tidak langsung bicara karena memang belum bisa, atau mungkin lebih tepatnya belum tahu caranya berbicara.

Buat yang suka anime supernatural mungkin ini cocok untuk ditonton, meski memiliki latar pada zaman dulu banget, tapi menurut saya masih sangat layak untuk ditonton dan diikuti.


Penilaian
Overall
8/10
8/10
  • Cerita - 9/10
    9/10
  • Grafis - 7/10
    7/10
  • Karakter - 7/10
    7/10
  • Musik - 8/10
    8/10
  • Kenikmatan - 9/10
    9/10

About irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

View all posts by irzie →

10 Comments on “[Ulasan] Dororo (Kisah Tentang Korban Kontrak Iblis)”

  1. saya mengikuti terus anime ini gan… anime ini cukup bagus, pas awal kirain dororo itu hyakkimaru… kurang paham dengan master yang memberikannya judul… tapi cukup menarik karena dororo disini punya peran yang melengkapi hyakkimaru, karena dia masih belajar sebagai manusia dan sebagai seorang kakak…
    ulasan yang bagus gan…

    1. Betul banget gan, Hyakkimaru pun tidak menganggap Dororo sebagai pengganggu. Makanya dibiarin aja, padahal belum pernah ngeliat orangnya.

    1. Seru gan, kalau dibilang seru sebenarnya gk begitu sih. Cuma geregetan pas ketemu musuh-musuh di jalan, soalnya mereka ini kan pengembara. 😀

    1. Seperti yang saya sebutkan di bagian cerita, orang buta di sini bisa melihat aura benda hidup dari warnanya. Jadi mereka bisa membedakan antara yang jahat dan baik dari warna auranya, atau saya sebut jiwanya. Tapi gk semua orang buta memiliki kemampuan seperti ini, cuma memang rata-rata orang yang kekurangan memiliki kemampuan khusus yang dimilikinya.

      Yah, seperti itu intinya. hhehe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.