[Ulasan] Death Parade

Death Parade
Death Parade

Death Parade menjadi pilihan saya untuk diulas kali ini. Karena hampir semua anime musim dingin 2015 ini sudah mulai masuk episode 7, tapi baru 4 termasuk yang satu ini, yang baru bisa diulas. Enggak tahu besok, mungkin saya akan mengulas musim gugur 2014 dulu yang belum selesai.

Cukup dah, langsung saja.

Cerita

Wow, jarang-jarang saya dapat anime dengan cerita yang seperti ini. Biasanya karakter yang disorot adalah karakter yang melakukan Survival Game, tapi disini sang tokoh utamanya lah yang menjadi panitia dan memberikan nilai mana yang layak dihukum (masuk kehampaan) maupun tidak.

Dimulai dengan episode 1 yang menyorot sang peserta, biasanya setiap permainan terdapat 2 orang untuk diajak bermain. Mereka sudah mati. Dan yang kalah akan dimasukkan ke kehampaan, kalau orang bilang neraka.

Dan yang menang? Tentu saja masuk yang berlawanan dari neraka. Para peserta akan dipertemukan dengan penilai, disinilah mereka dinilai mana yang layak masuk surga maupun neraka.

Grafis

Grafis yang diberikan terlihat bagus, tidak “sangat”, hanya bagus. Dan semuanya serba hitam, mungkin mengikuti tema cerita yang bergenre thriller.

Saya juga suka ide untuk penggambaran mata para penilai. Itu menarik perhatian saya, dari yang saya lihat, setiap penilai memiliki warna mata yang berbeda.

Karakter

Entahlah, tidak banyak yang bisa dibicarakan. Semua karakter masih misteri. Namun di episode 6 entah kenapa saya mengambil kesimpulan antara Decim dan Ginti seperti ini;

Baca Juga:  Identitas Wanita Berpakaian Hitam di Death Parade

Mereka sama-sama penilai, hanya ada 1 sistem yang berbeda, yaitu saat menerima ingatan peserta ketika hidup dari kantor informasi. Kalau Decim ditandai dengat rapid eye movement, sebut saja matanya bergerak satu detik dengan cepat. Sedangkan Ginti membaca suatu buku yang berisi ingatan peserta.

Entahlah, mungkin saya saja yang terlalu cepat mengambil kesimpulan seperti ini.

Dan yang membuat saya tertarik adalah si Kurokami no Onna, diawal episode saya sama sekali tidak tertarik mengenai dirinya, malah saya pikir kalau ada anggota baru adalah hal yang wajar, ternyata di episode 5 terjawab, kalau Onna adalah orang yang seharusnya diberi penilaian.

Hmm, karena kalau lebih lanjut malah jadi spoiler, yang jelas kedepannya bakal menarik. Selain mereka bertiga, ada Nona, Clavis, Quin, Castra, Oculus. Dan saya tidak tahu mengenai mereka. Masih misterius.

Dan, karakter favorit? Ah, mungkin Nona. Saya suka sifatnya. Wanita pendek yang terlihat anggun namun sadis.

Musik

Lagu Pembuka “Flyers” oleh BRADIO
Lagu Penutup “Last Theater” oleh NoisyCel

Anime ini masuk dalam kategori horor, tapi pembawaan lagu pembuka terkesan santai dan penuh kegembiraan, layaknya sedang pesta. Dan saya menyukainya. Begitu pula dengan lagu penutup.

Efek suara yang diberikan cukup bagus, karena meski genre horor, tapi efek suaranya tidak berlebihan.

Kenikmatan Menonton

Sejauh ini saya sangat menikmatinya. Apalagi episode 6 yang ada beberapa, malah banyak adegan yang membuat saya tertawa.

Baca Juga:  [Ulasan] Bungou Stray Dogs 2nd Season

Penilaian

Cerita: 9
Grafis: 9
Karakter: 8
Musik: 9
Kenikmatan: 10
Keseluruhan: 9/10

Sending
User Review
( votes)

About irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

View all posts by irzie →

4 Comments on “[Ulasan] Death Parade”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.