[Ulasan] Chio-chan no Tsuugakuro

Chio dan Manana
Chio dan Manana – ©2018, Tadataka Kawasaki, KADOKAWA/Chio-chan no Tsuugakuro

Chio-chan no Tsuugakuro yang artinya Jalan Sekolah Chio atau lebih tepatnya rute jalan Chio menuju sekolah adalah anime komedi yang diadaptasi dari manga karya Tadakata Kawasaki. Pertama kali diterbitkan bulan April tahun 2014 hingga September 2018 di majalah Flapper Komik Bulanan.

Buat yang belum tahu, saya dapat informasi dari beberapa sumber kalau Tadakata adalah artis manga “H”. Ini masih simpang siur karena saya hanya mendapat dari komentar di forum dan beberapa sumber lain yang kepastiannya belum bisa terpercaya. Kalau ada yang tahu karya doujinnya Tadakata tolong dong komentar dibawah. Terus terang ketika saya tahu akan hal ini jadi teringat beberapa atau mungkin banyak adegan di mana celana dalamnya Chio dan karakter lainnya kelihatan.

Maksudnya sudut kamera yang selalu mengambil gambar dari arah tidak biasa, misal dari depan pas Chio lompat dan roknya terangkat, dan lain-lain. Meskipun saya akui hal ini adalah adegan biasa yang bisa ditemukan di anime lain dan tidak membuktikan kalau Tadakata adalah artis manga “H’, karena yang menjadi direktur animenya bukanlah dia.

Terus terang anime ini cukup menarik perhatian saya ketika menonton video promosinya, Soalnya memperlihatkan adegan-adegan aksi yang keren oleh karakter utamanya, yaitu Chio Miyamo dengan masih menggunakan seragam sekolahnya. Nah, meski memakai seragam sekolah tapi semua aksinya itu dilakukan di jalanan. Ini yang menjadi perhatian saya, karena saya sendiri terus terang memang tidak mencari tahu sinopsis atau cerita mengenai anime ini.

Cerita

Dari episode satu sendiri sudah disuguhkan dengan konsep cerita yang menarik, di mana Chio Miyamo berangkat ke sekolah melalui rute jalan yang tidak biasa. Alasannya sederhana, karena terlambat berangkat dan harus mencari jalan terdekat menuju sekolah. Tapi setiap episode tidak pasti terlambat, ya. Karena ini berfokus pada perjalanan Chio selama berangkat atau pulang dari sekolah.

Baca Juga:  [Ulasan] Flying Witch (Anime Penyihir yang Amat Santai)

Yang seru dari anime ini adalah cerita anehnya, di mana selama perjalanan pasti ada saja hambatannya, mulai dari jalan ditutup, terjebak di toilet umum, kepincut ke tempat tertentu, ketemu berandalan, dan hal-hal yang tak terduga lainnya.

Perlu diketahui, Chio adalah seorang gamer cewek, yang kalau lagi ketemu hal aneh di jalan pikirannya langsung dihubungkan dengan permainan video, terutama yang jenisnya FPS (First-Person Shooter). Contohnya kayak kalau ketemu jalan buntu, dia langsung berpikir bisa memanjat dinding dan jalan diatasnya kayak karakter di gim yang dia mainkan, atau hal lain yang sejenisnya.

Grafis

Anime ini diadaptasi oleh Diomedea dengan arahan Takayuki Inagaki. Beliau sendiri sudah sering ikut terlibat dalam banyak judul, salah satunya menulis Storyboard episode 3 dan 7 untuk Aho Girl, lalu episode 4 untuk KanColle, dan menjadi Key Animation pada KanColle Movie, dan ada juga judul yang diarahkan seperti Hatsukoi Monster yang tayang musim panas 2016 lalu.

Chio-chan dari sudut bawah
Chio-chan dari sudut bawah – ©2018, Tadataka Kawasaki, KADOKAWA/Chio-chan no Tsuugakuro

Pengambilan gambar yang tidak biasa seperti yang saya sebutkan diawal artikel menjadi nilai tambah, meski menurut saya gerakan-gerakannya tidak begitu luwes, tapi dengan suguhan efek gambar yang menarik membuat saya sendiri jadi tidak peduli dengan kekurangan yang ada.

Karakter

Meski anime ini menceritakan tentang Chio yang memang karakter utamanya, tapi ada beberapa karakter lain yang membuat kisahnya menjadi seru. Diantaranya ada Manana Nonomura, dia adalah sahabatnya Chio dari kecil. Manana sendiri gampang banget terpengaruh berita-berita di sosial media dan membuatnya selalu ingin dipandang bagus. Nah, biasanya kebiasaan Manana ini dipandang aneh sama Chio, dibilang aneh mungkin lebih tepatnya Chio sendiri kayak tidak mau terlibat tapi ujung-ujungnya keseret juga.

Ada lagi Yuki Hosokawa. Kalau dari pandangan saya, Yuki adalah murid teladan yang populer diantara murid lainnya. Dia ini atletik makanya tubuhnya proporsional, dan bisa dibilang orang yang gampang didekati oleh lain tapi sulit untuk Chio. Maksudnya Chio yang sebut saja anti sosial pastinya susah mengajak bicara orang yang berbanding terbalik dengan dirinya, bukan?

Baca Juga:  [Sinopsis] Joshi Kausei (Anime Tanpa Dialog?)

Musik

Lagu Pembuka: Danger in my Tsuugakuro 「Danger in my 通学路」yang dinyanyikan oleh para karakter utama.
Lagu Penutup: Nanairoad 「ナナイロード」yang dinyanyikan oleh duo Chio dan Manana.

Lagu pembukanya sendiri disuguhkan dengan ilustrasi menarik dengan musik yang membuat semangat para penonton yang melihatnya. Sedangkan penutupnya sangat pas dengan suasana bubar atau berakhirnya cerita setiap episode, yang juga disuguhkan sketsa-sketsa gambar sebelum dan sesudah menjadi animasi dari beberapa adegan yang diambil dari beberapa episode.

Musik dan efek suaranya sendiri diarahkan oleh Takayuki Yamaguchi yang sudah berlalu-lalang dalam dunia anime, apalagi beliau juga dipercaya untuk memegang anime To Aru Majutsu no Index III yang akan tayang musim gugur 2018 ini, tentu saja menjadi direktur suara lo, ya.

Kenikmatan Menonton

Terus terang awal nonton agak bingung juga mananya yang menarik, tapi makin ke sini komedinya dapet dan malah makin seru untuk ditonton. Soalnya semua ceritanya tidak disangka-sangka, ada saja hal nyeleneh yang ditampilkan.

Anime ini cocok untuk ditonton saat santai dan ingin mencari hiburan. Tapi tidak terlalu diperuntukan untuk anak dibawah umur ya, soalnya memang banyak adegan yang sedikit menyentuh ecchi salah satunya yang saya sebutkan sebelumnya diawal artikel.


Penilaian
Overall
7.8/10
7.8/10
  • Cerita - 8/10
    8/10
  • Grafis - 8/10
    8/10
  • Karakter - 7/10
    7/10
  • Musik - 8/10
    8/10
  • Kenikmatan - 8/10
    8/10

About irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

View all posts by irzie →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.