Menu Tutup

[Ulasan] Absolute Duo

Julie Sigtuna
Julie Sigtuna

Absolute Duo, saya enggak baca sinopsis maupun melihat video promosinya. Hanya saja, saya tertarik karena lihat covernya. Saya pikir bakal menjadi cerita romantis ala anak muda. Ternyata ada genre aksinya.

Cerita

Bagi yang menonton, pasti tahu adegan paling awal episode satu. Saya menduga itu akan menjadi adegan diepisode terakhir. Gambarannya sama seperti Psycho Pass musim pertama―kalau yang ingat―episode pertama ada adegan kejar-kejaran antara Kougami dan Makishima, tapi adegan itu muncul lagi diepisode-episode akhir. Yah, saya menduga Absolute Duo juga akan seperti itu.

Selain itu, saya belum paham betul inti cerita Absolute Duo ini. Meski seiring mengudara tiap minggunya, yang menampilkan kilas balik dari tokoh utama, dan membuat penonton berpikir, “Oh, begitu.” , menurut saya hal itu belum cukup.

Pasalnya, muncul pula karakter baru yang membuat cerita jadi agak bergeser. Seperti saat akan diadakan latihan tempur antara kelas satu dan kelas dua, namun dihancurkan (ceritanya) oleh kemunculan karakter wanita. Hal itulah yang membuat saya berpikir “Mau dibawa ke mana cerita ini?”

Oh, yang belum tahu, cerita ini tentang murid yang dipasangkan dengan murid lain dan menjadi “Duo”. Senjata yang dipakai berasal dari jiwa, yang diaktifkan dengan mengucapkan “Bureizu” (Blaze) 「焔牙 / ブレイズ」. Senjata yang muncul pun beragam, ada pedang, tombak, perisai, dll. Bila seseorang terkena serangan, orang itu tidak akan terluka, karena senjata yang dipakai berasal dari jiwa.

Dan yang tidak saya mengerti, ternyata setiap orang memiliki kategori, ada Irregular, Exception, Avenger, dan mungkin ada lagi.

Oh, iya. Jangan lupa, ini masuk kategori harem.

Grafis

Dari segi gambar, saya menyukainya. Namun dari segi gerak, misalnya saat adegan bertarung … adegannya terlalu cepat. Ada pula beberapa adegan yang saat akan memukul, tahu-tahu yang dipukul sudah tergeletak. Terkesan stafnya malas untuk membuat animasi bergeraknya. Tapi saya tidak menyalahkan mereka, saya tahu para staf sudah berusaha keras membuat animasi sebaik mungkin.

Baca Juga:  [Ulasan] Anima Yell! (Serunya Memandu Sorak)

Omong-omong soal grafis, kok ilustrasi lagu pembukanya ada adegan balet, ya?

Karakter

Untuk pengenalan karakter masih berfokus pada tokoh utama bernama Tooru Kokonoe yang diperankan Yoshitsugu Matsuoka (pengisi suara Kirito), dengan beberapa adegan kilas balik. Namun, hal itu masih belum bisa membuat saya mengatakan, “Oh, jadi begitu.” .

Berbicara tentang karakter, ada pula Julie Sigtuna, “Duo” dari Tooru. Benar, mereka rekan “Duo”. Dan LOLI! Selain itu, ada Tomoe Tachibana, Miyabi Hotaka, dan Lilith Bristol. Karena ini harem, karakter laki-laki tidak saya sebutkan, kecuali Tooru.

Kalau disuruh pilih, saya jelas memilih Lilith, soalnya senjatanya shotgun. Iya, cuma itu alasannya. Saya memang penggemar senjata api.

Musik

Saya suka lagu pembukanya, hal ini diperkuat dengan ilustrasi gambar yang bagus, makanya saya suka. Tapi lagunya enak didengar kok, sungguh. Judulnya “Absolute Soul” yang dinyanyikan oleh Konomi Suzuki.

Sedangkan lagu penutupnya ada tiga judul yang dinyanyikan oleh pengisi suara dari karakter cewek, yaitu :

  • “Believe×Believe” oleh Nozomi Yamamoto (Julie Sigtuna).
  • “Apple Tea no Aji” 「アップルティーの味」 oleh Nozomomi Yamamoto x Haruka Yamazaki (Julie Sigtuna x Lilith Bristol).
  • “2/2” oleh Ayaka Imamura x Ayaka Suwa (Miyabi Hotaka × Tomoe Tachibana)

Dan saya lebih menyukai lagu Apple Tea no Aji, ilustrasi enak dilihat, lagu pun enak didengar. Pokoknya klop.

Catatan: Mungkin lagu penutup akan bertambah.

Selain itu, efek suara menurut saya sudah cukup, soalnya saya terlalu fokus sama mbak Lilith, suka dengan suara hentakan senjatanya.

Kenikmatan Menonton

Jujur saja, dari awal saya tidak ada niat untuk nonton, tapi masuk episode 5 malah membuat saya penasaran akan cerita selanjutnya. Apalagi episode 6 yang mulai muncul karakter baru (lagi).

Baca Juga:  [Ulasan] Inuyashiki: Last Hero

Penilaian

Cerita: 7
Grafis: 7
Karakter: 8
Musik: 8
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.6/10

Posted in Ulasan

Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.